Provinsi Riau sering kali harus berhadapan dengan masalah tahunan berupa kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada munculnya polusi udara yang pekat. Meskipun api mungkin sudah padam, ancaman kesehatan tidak berhenti begitu saja. Fenomena kabut asap meninggalkan partikel mikro berbahaya (PM2.5) yang dapat mengendap di dalam paru-paru dan memicu berbagai gangguan pernapasan jangka panjang. Menanggapi hal ini, tim medis PMI Riau secara aktif memberikan edukasi dan tips pemulihan bagi masyarakat agar fungsi paru-paru dapat kembali optimal pasca-paparan polusi yang intensitasnya tinggi tersebut.
Langkah pertama yang selalu ditekankan oleh tim medis pasca-periode kabut asap adalah melakukan detoksifikasi lingkungan tempat tinggal. Partikel asap sering kali menempel pada gorden, karpet, dan filter pendingin ruangan (AC). Membersihkan benda-benda ini secara menyeluruh sangat penting untuk memastikan kualitas udara di dalam rumah kembali bersih. Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk mulai memperbanyak konsumsi air putih secara rutin. Air membantu proses hidrasi mukosa atau lapisan lendir di saluran pernapasan, sehingga mempermudah tubuh dalam mengeluarkan partikel debu dan kotoran melalui mekanisme pembersihan alami saluran napas.
Asupan nutrisi yang kaya antioksidan juga menjadi rekomendasi utama dari tim medis PMI Riau. Buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C dan E sangat membantu dalam memperbaiki kerusakan sel-sel paru akibat radikal bebas yang terbawa oleh kabut asap. Konsumsi makanan seperti jeruk, brokoli, dan kacang-kacangan dapat membantu menekan peradangan pada bronkus. Bagi masyarakat yang sempat mengalami batuk atau sesak napas selama periode polusi, pemeriksaan medis secara berkala sangat disarankan untuk memastikan tidak ada infeksi sekunder yang berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia kronis.
Selain aspek nutrisi, latihan pernapasan sederhana bisa dilakukan di rumah untuk membantu memperkuat otot-otot pernapasan yang mungkin sempat melemah. Tim medis PMI Riau menyarankan teknik pernapasan perut secara perlahan di pagi hari saat udara masih segar. Latihan ini bertujuan untuk memaksimalkan kapasitas oksigen yang masuk ke dalam alveoli paru-paru. Masyarakat juga diminta untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika sisa-sisa bau atau debu halus dari kabut asap masih terasa, guna mencegah iritasi berulang pada saluran pernapasan yang masih dalam masa pemulihan.