Masalah kualitas udara di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Riau, tetap menjadi perhatian serius yang memerlukan penanganan sistematis setiap tahunnya. Aksi PMI Riau dalam menghadapi tantangan lingkungan ini difokuskan pada perlindungan saluran pernapasan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan, seperti anak-anak dan lansia. Fokus penanganan yang dijalankan mencakup distribusi masker standar medis, penyediaan rumah singgah oksigen, hingga edukasi mengenai pola hidup bersih di tengah kabut asap. Untuk memastikan bantuan menjangkau area yang lebih luas, PMI mengerahkan mobile unit yang siap bergerak ke pemukiman warga guna memberikan layanan kesehatan darurat. Upaya mitigasi terhadap polusi udara ini dilakukan secara tahunan agar dampak buruk terhadap kesehatan jangka panjang masyarakat dapat diminimalisir secara signifikan.
Paparan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan bukan hanya masalah jarak pandang, tetapi ancaman serius terhadap fungsi paru-paru dan jantung. PMI Riau bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk memetakan wilayah dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) tertinggi guna menentukan prioritas penyaluran bantuan. Relawan yang bertugas di lapangan dibekali dengan alat pelindung diri yang memadai serta pengetahuan mengenai teknik resusitasi jantung paru jika ditemukan warga yang mengalami sesak napas akut. Selain penanganan darurat, aksi ini juga melibatkan kampanye publik mengenai pentingnya menanam pohon penyaring polutan di lingkungan rumah sebagai langkah preventif jangka panjang yang sederhana namun efektif.
Dampak psikologis dari kabut asap yang berlangsung berminggu-minggu juga menjadi perhatian PMI. Rasa cemas dan ketidaknyamanan akibat terbatasnya aktivitas luar ruangan dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan mental warga. Oleh karena itu, tim penanganan dampak kesehatan juga menyediakan layanan konsultasi psikososial bagi mereka yang terdampak secara emosional. Keterbukaan informasi mengenai jadwal pembagian masker dan lokasi evakuasi medis disebarluaskan melalui media sosial dan saluran komunikasi lokal agar masyarakat tidak panik. Langkah-langkah cepat yang diambil di lapangan adalah bentuk nyata dari komitmen kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya dalam menghadapi krisis lingkungan yang berulang.