Ketika bencana merenggut segalanya, posko pengungsian yang didirikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi lebih dari sekadar tempat bernaung; ia adalah “rumah sementara” yang berupaya menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para penyintas. PMI bekerja keras untuk menciptakan keamanan fisik maupun psikologis, memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak di masa paling rentan mereka. Upaya menciptakan keamanan ini menjadi prioritas utama PMI. Sebuah laporan dari Divisi Pengelolaan Pengungsian PMI Pusat pada Juli 2025 menunjukkan bahwa standar operasional prosedur PMI untuk posko pengungsian telah berhasil mengurangi risiko insiden di pengungsian hingga 70%.
Proses menciptakan keamanan dimulai dari pemilihan lokasi posko yang strategis. PMI akan memastikan area tersebut aman dari ancaman lanjutan seperti longsor susulan, banjir, atau potensi bahaya lainnya. Setelah lokasi ditetapkan, pemasangan tenda-tenda yang kokoh dan tahan cuaca dilakukan, diatur sedemikian rupa untuk memudahkan akses dan mobilitas. Pembagian zona juga diterapkan, memisahkan area tidur, dapur umum, sanitasi, dan fasilitas kesehatan, guna menjaga ketertiban dan kebersihan. Misalnya, saat terjadi erupsi Gunung Semeru pada 2021, PMI Kabupaten Lumajang dengan cepat mendirikan posko pengungsian di lapangan desa terdekat yang aman, lengkap dengan penerangan dan jalur evakuasi yang jelas.
Selain keamanan fisik, PMI juga berupaya menciptakan keamanan psikologis. Relawan PMI yang bertugas di posko dilatih untuk memberikan dukungan psikososial, mendengarkan keluh kesah korban, dan mengadakan kegiatan positif seperti permainan untuk anak-anak atau kelompok diskusi bagi orang dewasa. Ini membantu mengurangi trauma dan stres pascabencana. Keamanan juga diperkuat dengan kehadiran petugas keamanan dari Kepolisian atau TNI yang berpatroli secara rutin, serta adanya relawan PMI yang siap siaga 24 jam untuk menangani setiap kebutuhan atau insiden. Pada malam hari, penerangan yang memadai dipasang untuk menghilangkan kesan gelap dan menumbuhkan rasa aman.
Ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak seperti toilet portabel dan sarana air bersih juga menjadi fokus utama PMI dalam menciptakan keamanan kesehatan. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pengungsian yang padat. Dengan seluruh upaya ini, PMI tidak hanya menyediakan tempat berlindung, tetapi juga membangun kembali secercah harapan dan martabat bagi mereka yang kehilangan segalanya.