Ketika bencana melanda, kebutuhan korban tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman. Berbagai barang non-pangan esensial juga sangat dibutuhkan untuk menjaga martabat dan kesehatan para penyintas. Dalam situasi seperti ini, Palang Merah Indonesia (PMI) hadir dengan cepat untuk meringankan beban para korban, terutama melalui penyaluran bantuan non-pangan. PMI memahami bahwa meringankan beban adalah tentang menyediakan lebih dari sekadar makanan; ini tentang memberikan dukungan komprehensif agar korban dapat bertahan dan memulai pemulihan.
Salah satu bentuk bantuan non-pangan yang paling vital adalah penyediaan perlengkapan tidur dan kebersihan diri. Setelah kehilangan tempat tinggal, banyak korban bencana hanya bisa berlindung di tenda darurat atau posko pengungsian. PMI mendistribusikan selimut, tikar, bantal, dan kelambu untuk memastikan mereka memiliki alas tidur yang layak dan terlindungi dari gigitan serangga. Selain itu, paket kebersihan keluarga (hygiene kits) yang berisi sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sampo, handuk, dan perlengkapan wanita juga sangat penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyebaran penyakit. Di tenda pengungsian di Mandailing Natal, Sumatera Utara, pasca banjir bandang pada 10 Juli 2025, PMI berhasil mendistribusikan 750 paket perlengkapan kebersihan dan 1.200 selimut dalam waktu 48 jam pertama, menurut laporan koordinator logistik PMI setempat.
Selain itu, PMI juga menyalurkan perlengkapan dapur dan air bersih. Meskipun dapur umum sering kali disediakan, banyak keluarga yang ingin memasak makanan sendiri jika memungkinkan. Oleh karena itu, PMI menyediakan family kit yang berisi peralatan masak sederhana seperti panci, wajan, piring, gelas, sendok, dan garpu. Tabung gas atau kompor kecil juga terkadang diberikan, bergantung pada situasi. Untuk akses air bersih, PMI tidak hanya mendistribusikan jerigen air kosong, tetapi juga seringkali mengerahkan unit mobil tangki air atau filter air portabel untuk memastikan pasokan air minum yang aman. Upaya ini sangat krusial untuk meringankan beban para penyintas dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka sehari-hari.
Pakaian layak pakai dan perlengkapan sekolah juga termasuk dalam kategori bantuan non-pangan esensial yang disalurkan PMI. Banyak korban bencana kehilangan seluruh harta benda mereka, termasuk pakaian. PMI menerima donasi pakaian layak pakai atau membeli yang baru untuk didistribusikan. Bagi anak-anak, kehilangan perlengkapan sekolah bisa menjadi pukulan psikologis. Oleh karena itu, PMI juga menyalurkan alat tulis, buku, dan seragam sekolah agar anak-anak dapat kembali melanjutkan pendidikan mereka sesegera mungkin. Semua upaya ini merupakan bagian dari “Metode Efektif” PMI untuk meringankan beban korban bencana secara holistik, membantu mereka melewati masa sulit dan kembali membangun kehidupan.