Langkah pertama yang diambil oleh tim di lapangan adalah pengaktifan “Rumah Oksigen” di setiap markas kabupaten/kota. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memberikan bantuan pernapasan bagi warga yang mengalami sesak napas akut akibat polusi udara yang pekat. Selain itu, Persiapan Tim Medis logistik berupa masker standar medis dengan kemampuan filtrasi tinggi (N95) telah dilakukan dalam skala besar untuk didistribusikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Tim medis yang terdiri dari dokter spesialis paru dan perawat darurat disiagakan dalam sistem piket 24 jam guna merespons laporan masyarakat yang masuk melalui kanal darurat digital.
Fakta investigasi di lapangan menunjukkan bahwa dampak dari partikel halus asap tidak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga dapat memicu iritasi mata dan gangguan kulit. Oleh karena itu, stok obat-obatan tetes mata dan krim topikal juga telah disiapkan di gudang-gudang logistik PMI. Edukasi mengenai cara menciptakan ruang aman di dalam rumah (safe room) dengan menutup celah udara menggunakan kain basah terus disosialisasikan secara masif melalui media sosial. Di tahun 2026, literasi masyarakat mengenai mitigasi polusi udara terlihat meningkat signifikan berkat kampanye berkelanjutan yang dilakukan oleh para relawan di tingkat desa.
Selain penanganan medis, unit ambulans udara dan darat juga telah dikalibrasi untuk memastikan operasionalitasnya tidak terganggu oleh terbatasnya jarak pandang. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilakukan secara real-time untuk memantau pergerakan arah angin yang membawa asap. Jika suatu wilayah dinyatakan masuk dalam kategori berbahaya, tim respons cepat akan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi medis bagi warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit jantung koroner. Langkah antisipatif ini merupakan bagian dari upaya menekan angka fatalitas yang disebabkan oleh dampak buruk polusi udara yang sering kali bersifat jangka panjang.
Pemerintah Provinsi Riau juga memberikan dukungan penuh melalui penyediaan dana darurat yang dapat diakses secara fleksibel untuk kebutuhan operasional di lapangan. Sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta menciptakan benteng perlindungan yang lebih kokoh bagi masyarakat. Di tahun ini, penggunaan teknologi pemantau kualitas udara berbasis sensor digital yang dipasang di berbagai titik keramaian membantu warga untuk mengetahui kapan waktu yang aman untuk beraktivitas di luar ruangan. Transparansi data ini sangat krusial dalam mencegah kepanikan dan memastikan langkah hadapi krisis dilakukan secara terukur dan berbasis bukti ilmiah.