Tersedak adalah salah satu kecelakaan yang paling menakutkan dan mengancam nyawa, yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama saat makan atau mengawasi anak kecil. Ketika benda asing menghalangi saluran udara, waktu adalah musuh utama. Oleh karena itu, Ancaman Tersedak menuntut tindakan cepat dan benar dari orang-orang di sekitar korban. Teknik Heimlich, atau dorongan perut, adalah metode penyelamatan yang paling efektif dan harus dikuasai oleh setiap orang untuk mengatasi keadaan darurat ini pada anak dan dewasa.
Sebelum melakukan Teknik Heimlich, langkah pertama dari Ancaman Tersedak adalah mengenali tanda-tanda spesifik. Korban tersedak biasanya tidak dapat berbicara, batuk, atau bernapas, dan mungkin memegang leher mereka dengan satu atau kedua tangan (tanda universal tersedak). Jika korban masih bisa batuk dengan kuat, biarkan mereka terus batuk; ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sumbatan. Teknik Heimlich hanya dilakukan ketika batuk korban lemah, tidak efektif, atau korban tidak dapat bersuara sama sekali. Segera minta seseorang menghubungi layanan darurat (ambulans) saat Anda memulai pertolongan.
Teknik Heimlich (Dorongan Perut) untuk Dewasa:
- Posisi: Berdirilah di belakang korban dan lingkari kedua lengan Anda di pinggang mereka.
- Kepal Tangan: Kepalkan satu tangan. Letakkan sisi ibu jari kepalan tangan Anda tepat di atas pusar korban dan jauh di bawah tulang rusuk.
- Genggam: Pegang kepalan tangan Anda dengan tangan yang satu lagi.
- Dorongan: Dorong kepalan tangan Anda ke dalam perut korban dengan gerakan yang cepat dan kuat, mengarah ke atas (seperti membentuk huruf ‘J’).
- Ulangi: Ulangi dorongan perut ini hingga lima kali berturut-turut. Terus lakukan dorongan hingga sumbatan terlepas, korban mulai bernapas, atau korban kehilangan kesadaran.
Teknik Heimlich untuk Anak di Atas Satu Tahun:
Meskipun teknik dasarnya sama, penting untuk menyesuaikan kekuatan dorongan untuk menghindari cedera pada anak. Dorongan harus tetap cepat dan ke atas, tetapi dengan kekuatan yang proporsional. Dalam sesi pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan oleh PMI setempat pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, pukul 09.00 pagi, ditekankan bahwa penolong harus berlutut di belakang anak untuk memberikan dorongan yang lebih aman dan efektif.
Jika Korban Adalah Bayi (di Bawah Satu Tahun):
Ancaman Tersedak pada bayi diatasi dengan kombinasi lima pukulan punggung dan lima dorongan dada (bukan perut, karena risiko kerusakan organ internal).
- Pukulan Punggung: Letakkan bayi menghadap ke bawah di lengan bawah Anda dengan kepala lebih rendah dari dada. Berikan lima pukulan keras dan cepat dengan tumit tangan Anda di antara tulang belikat bayi.
- Dorongan Dada: Balikkan bayi menghadap ke atas, dengan kepala masih lebih rendah dari dada. Berikan lima dorongan keras dan cepat menggunakan dua jari di tengah tulang dada, tepat di bawah garis puting.
Jika sumbatan tidak terlepas dan korban (dewasa atau anak) kehilangan kesadaran, segera baringkan mereka di permukaan yang keras dan datar, dan mulailah Resusitasi Jantung Paru (RJP). Penting untuk mencatat waktu saat korban kehilangan kesadaran agar dapat disampaikan kepada petugas medis yang tiba, misalnya petugas ambulans yang datang pukul 10.30 pagi. Menguasai Teknik Heimlich adalah tanggung jawab sipil yang dapat menyelamatkan nyawa.