Bencana tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam yang sering kali sulit disembuhkan. Palang Merah Indonesia (PMI) memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak akan lengkap tanpa menyentuh aspek psikologis. Oleh karena itu, PMI mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan dukungan psikososial kepada para korban. Program ini dirancang untuk membantu mereka mengatasi rasa takut, cemas, dan sedih, serta mengembalikan semangat hidup. Melalui pendekatan humanis ini, PMI tidak hanya melihat korban sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai individu yang utuh dengan perasaan dan harapan. Relawan PMI berperan sebagai pendengar yang empati, sahabat, dan fasilitator untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pemulihan mental.
Pada hari Sabtu, 28 September 2024, di sebuah posko pengungsian di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tim relawan PMI mengadakan kegiatan “Terapi Bermain” untuk anak-anak korban banjir bandang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi mereka melalui gambar dan permainan. Koordinator Tim Psikososial PMI Kabupaten Karanganyar, Ibu Fathiya Nuraini, S.Psi., menjelaskan pentingnya kegiatan ini. “Anak-anak sering kali tidak bisa mengungkapkan trauma mereka secara verbal. Melalui gambar dan permainan, kami bisa lebih mudah memahami apa yang mereka rasakan dan memberikan dukungan yang tepat,” ujar Fathiya. Pendekatan humanis ini sangat efektif karena anak-anak merasa aman dan tidak tertekan.
Dukungan psikososial PMI tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Para relawan mengadakan sesi konseling kelompok dan individu, di mana para korban dapat berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Dalam sesi ini, pendekatan humanis ditekankan melalui komunikasi yang terbuka, non-judgmental, dan penuh empati. Relawan PMI dilatih untuk menjadi pendengar yang baik dan memberikan motivasi tanpa terkesan menggurui. Mereka juga memberikan edukasi sederhana tentang cara mengelola stres dan membangun kembali rutinitas sehari-hari, yang sangat penting untuk stabilitas mental.
PMI menyadari bahwa pemulihan psikososial adalah proses yang panjang. Oleh karena itu, program dukungan ini tidak berhenti setelah bencana selesai, melainkan berlanjut hingga masyarakat kembali ke kehidupan normal. Bahkan, PMI berkolaborasi dengan psikolog dan psikiater profesional untuk menangani kasus-kasus trauma yang lebih berat. Pada hari Selasa, 22 Oktober 2024, PMI Provinsi Jawa Tengah mengadakan seminar daring bertema “Pemulihan Trauma Pascabencana” yang diikuti oleh 50 relawan dan tenaga kesehatan. Seminar ini diisi oleh seorang psikolog, Bapak Dr. Agung Wicaksono, M.Si., yang memberikan materi tentang teknik penanganan trauma terkini. Ini adalah wujud nyata dari komitmen PMI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Dengan pendekatan humanis yang menyeluruh, PMI membuktikan bahwa peran kemanusiaan mereka tidak hanya sebatas memberikan bantuan materi, tetapi juga menyentuh aspek paling dalam dari kemanusiaan itu sendiri, yaitu hati dan jiwa.