Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setiap kali musim kering tiba, ancaman kabut asap selalu membayangi aktivitas warga dan ekosistem lahan basah. Dalam menghadapi tantangan rutin namun berbahaya ini, peran relawan menjadi sangat krusial sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan penanggulangan dampak bencana. Kelompok relawan yang dikenal dengan seragam khasnya, atau sering disebut sebagai pasukan oranye, kini tengah memperketat persiapan mereka guna menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Bagi para relawan di bawah naungan PMI Riau, menghadapi api dan asap di tengah lahan gambut bukanlah perkara mudah. Kondisi medan yang sulit, suhu yang sangat tinggi, serta risiko paparan gas beracun menuntut kesiapan fisik yang luar biasa dari setiap anggota tim. Sebelum memasuki puncak kemarau, para relawan ini menjalani serangkaian latihan fisik intensif, mulai dari latihan kardio untuk memperkuat pernapasan hingga simulasi evakuasi di medan yang berat. Ketangguhan tubuh adalah modal dasar agar mereka bisa menjalankan tugas kemanusiaan tanpa harus menjadi korban tambahan di lapangan.
Selain latihan fisik, para pasukan oranye ini juga dibekali dengan keterampilan teknis mengenai pemadaman api di lahan gambut yang memiliki karakter unikādi mana api bisa menjalar di bawah permukaan tanah. Mereka dilatih untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) secara benar, mengoperasikan mesin pompa air, hingga memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami sesak napas akut. Kesiapan mental juga menjadi bagian dari pelatihan, mengingat tekanan psikologis saat bekerja di bawah kepungan asap tebal sangatlah berat. Konsistensi dalam berlatih inilah yang menjaga standar operasional prosedur tetap berjalan dengan baik.
Memasuki musim kering, tim ini tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada aksi preventif di pemukiman warga. Mereka aktif menyosialisasikan bahaya membakar lahan secara sembarangan dan membagikan masker berkualitas tinggi kepada masyarakat yang rentan. Kehadiran PMI Riau di tengah masyarakat memberikan rasa tenang, karena warga tahu bahwa ada tim yang siap bergerak cepat jika situasi memburuk. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya juga terus diperkuat guna memastikan distribusi bantuan dan logistik berjalan tanpa kendala.