Keluarnya darah dari rongga hidung acap kali menimbulkan rasa panik, terutama jika dialami oleh anak-anak secara tiba-tiba. Menurut imbauan resmi dari tim kesehatan PMI Riau, kebiasaan menengadahkan kepala ke atas saat mencoba menghentikan mimisan merupakan kekeliruan fatal karena dapat menyebabkan aliran darah masuk ke dalam tenggorokan serta menyumbat saluran pernapasan.
Posisi tubuh yang benar adalah duduk tegak dengan kepala sedikit menunduk ke arah depan. Langkah awal pertolongan dalam menghentikan mimisan ini memungkinkan darah mengalir keluar dari rongga hidung secara alami tanpa berisiko tertelan atau masuk ke dalam saluran pencernaan yang pemicu mual.
Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit cuping hidung secara lembut namun konstan selama sepuluh hingga lima belas menit. Selama proses menghentikan mimisan berlangsung, intruksikan korban untuk bernapas secara perlahan melalui mulut dan hindari menyedot atau mengembuskan angin dari hidung.
Menempelkan kompres dingin berupa es yang dibungkus kain pada area pangkal hidung membantu mempercepat penyempitan pembuluh darah yang pecah. Pertolongan medis menghentikan mimisan dengan metode kompres ini efektif meredakan pendarahan ringan akibat udara kering atau kelelahan.
Jangan menyumbat rongga hidung menggunakan gulungan daun sirih atau tisu kotor yang tidak steril karena berisiko memicu infeksi jaringan internal. Setelah pendarahan berhenti, minta korban untuk tidak mengorek hidung atau beraktivitas berat selama beberapa jam.
Jika pendarahan terus berlangsung melebihi waktu dua puluh menit atau disertai pusing berat, segera cari bantuan medis terdekat. Tindakan pertolongan yang tepat mencegah komplikasi kesehatan yang tidak diinginkan.