Provinsi Riau saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan penuh seiring dengan masuknya wilayah Sumatera ke dalam periode transisi cuaca yang ekstrem. Menghadapi ancaman banjir yang sering kali melanda daerah aliran sungai dan pemukiman rendah, pemerintah bersama lembaga kemanusiaan melakukan berbagai langkah strategis untuk meminimalisir dampak kerugian. Salah satu agenda prioritas yang dilakukan adalah upaya untuk Perkuat Shelter Bencana di titik-titik pengungsian yang telah dipetakan sebagai zona rawan. Penguatan ini mencakup pengecekan kelayakan bangunan, ketersediaan fasilitas sanitasi darurat, hingga ruang khusus bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia agar tetap mendapatkan kenyamanan meski dalam situasi darurat.
Dalam operasional penanggulangan bencana, PMI Riau memegang peranan kunci sebagai penyedia bantuan darurat dan tim evakuasi di lapangan. Seluruh jajaran dari tingkat provinsi hingga kabupaten telah diperintahkan untuk masuk ke dalam status siaga satu. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa saat terjadi kenaikan debit air yang tiba-tiba, respons bantuan dapat diberikan dalam waktu sesingkat mungkin. Koordinasi intensif dilakukan dengan BPBD dan instansi terkait untuk memantau perkembangan titik panas yang kini berganti menjadi titik genangan air. Pengalaman bertahun-tahun dalam menangani bencana tahunan menjadikan para relawan di Riau memiliki kesiapsiagaan yang matang dan terlatih secara profesional.
Guna mendukung kelancaran evakuasi di daerah yang terisolasi oleh air, pihak Palang Merah secara khusus telah melakukan inventarisasi dan perbaikan armada Perahu Karet di seluruh markas wilayah. Kendaraan air ini merupakan aset vital dalam menembus pemukiman yang tidak lagi bisa dijangkau oleh kendaraan darat. Selain untuk mengevakuasi warga, perahu karet juga digunakan untuk mendistribusikan logistik makanan dan obat-obatan kepada penduduk yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. Personel yang bertugas telah dibekali dengan keahlian water rescue standar internasional guna menjamin keselamatan, baik bagi penyintas maupun bagi relawan itu sendiri selama proses penyelamatan berlangsung.
Kesiapsiagaan ini dilakukan secara masif guna Hadapi Puncak Musim Hujan yang diprediksi akan mencapai intensitas tertingginya pada akhir tahun ini. PMI Riau juga telah menyiagakan gudang-gudang logistik di lokasi strategis agar bantuan pangan dan paket kebersihan dapat segera disalurkan tanpa hambatan birokrasi yang rumit. Selain itu, tim medis keliling disiapkan untuk memantau kesehatan para pengungsi, mengingat penyakit pascabencana sering kali muncul di tenda-tenda darurat. Penanganan masalah kesehatan mental bagi anak-anak di pengungsian melalui program dukungan psikososial juga menjadi bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan shelter di Riau.